Soeharto Media Center

Pusat Kajian dan Informasi

 


 

  Beranda
  Berita
  Biografi
  Pidato
  Opini
  Surat
  Museum
  Buku
  Album
  Yayasan
  Ibu Tien
  Kabinet
  Search
  English
  Link
   

 

 

YAYASAN:

  Yayasan
 
   

Yayasan Supersemar

Beasiswa bagi Mereka yang Kurang Mampu
Pak Harto mempunyai pandangan dan pemikiran, bahwa sebagai warga bangsa , semuanya mempunyi hak untuk bisa mengecap pendidikan. Tidak saja bagi mereka yang mampu. Mereka yang miskin dan anak-anak yatim piatu pun, harus memperoleh kesempatan.

Disebutkan dalam Undang-undang Dasar '45, bahwa orang miskin dan yatim piatu itu menjadi tanggungan negara. Tanggungan itu meliputi tak hanya untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan, melainkan juga pendidikan.

Namun yang menjadi masalah adalah, bahwa negara belum mampu untuk menanggungnya. Sementara mereka yang tidak mampu harus segera mendapat bantuan.
Bertolak dari sana, Pak Harto mempunyai gagasan, bagaimana menghimpun kekuatan yang ada di luar pemerintah. Masyarakat harus diikutsertakan.

Mendukung tugasnya sebagai Presiden/Mandataris MPR, tahun 1974, Pak Harto yang mengatasnamakan dirinya sebagai warga masyarakat, mendirikan "Yayasan Supersemar" yang tujuannya adalah memberikan beasiswa kepada anak-anak yang mempunyai tingkat kecerdasan, namun tak mampu mengembangkannya karena alas an ketidakmampuan orang tuanya.

Inilah, menurut Pak Harto, sebuah bibit potensi di masa mendatang yang merupakan asset negara, yakni tumbuhnya Sumberdaya Manusia Indonesia yang kelak bisa memberikan kontribusi bagi kemakmuran bangsa. Sayangnya, bibit-bibit itu tidak mampu untuk mengecap pendidikan dan mengembangkannya.

Karena itu, Yayasan Supersemar menyarankan kebijakan kepada Rektor -rektor Universitas untuk menunjuk dan memilih anak yang pandai tapi orang tuanya tak mampu.

Yayasan telah menetapkan jatahnya bagi setiap universitas negeri. Universitas Indonesia, misalnya mendapat jatah sekitar 300 orang. Namun IAIN dan IKIP pun mempunyai jatah yang sama.

Tahun 1985 saja, misalnya, sekitar 6.000. mahasiswa telah memperoleh biaya Supersemar, dengan jatah yang diberikan antra Rp 25.000 sampai Rp 30.000 setiap bulan untuk tiap mahasiswa.

Tahun yang sama telah mencetak sarjana yang lulus sebanyak 5000 orang.
Tak hanya mahasiswa, siswa-siswi SMP teladan pun diberikan bantuan, yakni meraka khususnya yang tidak mampu. Namun bantuan itu sengan persyaratan bahwa mereka harus memilih sekolah kejuruan, seperti Sekolah Pertanian, Peternakan, Guru dan kejuruan lain.

Beasiswa tersebut diberikan lewat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan jatah Rp 10.000 persiswa, setiap bulan nya. Thaun 1987-1988 telah dinaikkan mnjadi Rp 12.5000 tiap bulan/ siswa, hasil dari rapat kepengurusan.

Yayasan Supersemar memberikan pula bantuan kepada anak yang berprestasi, termasuk bagi mereka yang berprestasi di bidang olah raga. Supersemar memberikan bantuan Rp 30.000/bulan untuk tiap anak, agar terus memelihara stamina dan latihannya

 

** Soeharto Media Center, sumber Yayasan Supersemar

 
Siswa panti asuhan

     
     
Copyright © 2003 SoehartoCenter-YCPPI. Design and maintainance by Esero.