Rumah Sakit Jantung Harapan Kita
Ibu Negara yang demikian besar perhatiannya kepada masalah kesehatan pada
khususnya dan kesejahteraan sosial pada umumnya itu dengan penuh perhatian
mendengarkan apa yang diucapkan oleh suaminya. Dari dasar hatinya yang
paling dalam beliau mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha
Esa kepadanya dan yayasan yang dipimpinnya. Terbisik kembali apa yang
beliau ucapkan dalam sambutannya: “Keikutsertaan wanita dalam pembangunan
tidak harus berarti bahwa kaum wanita membangun sendiri proyek-proyek
besar. Banyak bidang yang dapat ditangani sesuai dengan kodrat kewanitaan
seperti pembinaan keluarga, pendidikan dan lain lain”.
Gagasan Ibu Negara melalui Yayasan Harapan Kita untuk membangun RS ini
berdasarkan pengamatannya, bahwa di satu pihak memang telah menurun angka
kematian yang disebabkan infeksi dan penyakit menular, tapi dipihak lain,
mulai menggerogoti jiwa orang yang disebabkan penyakit jantung dan
pembuluh darah.
Beliau berkisah bahwa ahli bedah jantung dari Houston Amerika Serikat yang
ternama - dr. De Bekey - ikut mendorong gagasan beliau. Dokter ahli ini
kebetulan mengunjungi Jakarta atas undangan Yayasan Jantung Pimpinan Ny.
Bustanil Arifin. Bertemu dengan Ibu Tien Soeharto, De Bekey memberikan
saran-saran yang konstrukstif. Bukan saja saran tapi anjuran membangun RS.
Jantung. Kalau Yayasan tidak terlalu mampu memikul beban pembiayaannya,
seyogyanya pemerintah ikut membantu. Itu nasihat dr. De Bekey. Dan
pandangannya itu disampaikan juga kepada Presiden Soeharto pada kesempatan
ia diterima oleh Kepala Negara.
Agar lebih matang perencanaannya, Ibu Tien Soeharto mengutus satu tim ahli,
diketuai oleh dr. Soekaman berangkat ke Houston. Di sana tim mengunjungi
rumah sakit tempat dr. De Bekey bekerja, dan bertemu lagi dengan ahli
bedah jantung itu, untuk memperoleh masukan yang berharga. Kembali ke
Tanah Air, dr. Soekaman melaporkan hasil penelitiannya kepada Ibu Tien.
Dari laporan tim dan kemudian berlanjut dengan penyiapan rencana dan studi
kelayakannya, RS Jantung Harapan Kita pun akhirnya dibangun di atas tanah
seluas 2 ha berdampingan dengan RSAB.
Peresmiannya juga dijatuhkan pada hari bersejarah yakni pada Hari Pahlawan,
9 November 1985. Sebelum diresmikan sudah diuji coba menerima pasien.
Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun menderita penyakit jantung bawaan.
Pada tanggal 25 September, dua bulan sebelum resmi berfungsi, pasien ini
menjalani operasi pembedahan yang pertama dan berhasil.
RS Jantung ini memiliki unit-unit yang mutakhir untuk memberikan serba
aneka pelayanan antara lain pelayanan diagnostik kardiologi nuklir,
diagnostik non invasif, ICU dan lain-lain.
Yang mengesankan adalah RS Jantung sebagai Pusat Kesehatan Jantung
Nasional (National Cardiac Center) merupakan pusat pendidikan, latihan dan
rujukan bagi kasus-kasus penyakit jantung di Indonesia. Ahli-ahli jantung
dan bedah jantung dari berbagai negara pernah berkunjung dan melakukan
tindakan pengobatan di rumah sakit ini.
SMC, dari Pahlawan Nasional, Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto
Artikel Lainnya:
= Rumah
Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita |
|
 |