Soeharto Media Center

Pusat Kajian dan Informasi

 


 

  Beranda
  Berita
  Biografi
  Pidato
  Opini
  Surat
  Museum
  Buku
  Album
  Yayasan
  Ibu Tien
  Kabinet
  Search
  English
  Link
   

 

 

YAYASAN:

  Yayasan
 
   

Rumah Sakit Jantung Harapan Kita


Ibu Negara yang demikian besar perhatiannya kepada masalah kesehatan pada khususnya dan kesejahteraan sosial pada umumnya itu dengan penuh perhatian mendengarkan apa yang diucapkan oleh suaminya. Dari dasar hatinya yang paling dalam beliau mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepadanya dan yayasan yang dipimpinnya. Terbisik kembali apa yang beliau ucapkan dalam sambutannya: “Keikutsertaan wanita dalam pembangunan tidak harus berarti bahwa kaum wanita membangun sendiri proyek-proyek besar. Banyak bidang yang dapat ditangani sesuai dengan kodrat kewanitaan seperti pembinaan keluarga, pendidikan dan lain lain”.

Gagasan Ibu Negara melalui Yayasan Harapan Kita untuk membangun RS ini berdasarkan pengamatannya, bahwa di satu pihak memang telah menurun angka kematian yang disebabkan infeksi dan penyakit menular, tapi dipihak lain, mulai menggerogoti jiwa orang yang disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Beliau berkisah bahwa ahli bedah jantung dari Houston Amerika Serikat yang ternama - dr. De Bekey - ikut mendorong gagasan beliau. Dokter ahli ini kebetulan mengunjungi Jakarta atas undangan Yayasan Jantung Pimpinan Ny. Bustanil Arifin. Bertemu dengan Ibu Tien Soeharto, De Bekey memberikan saran-saran yang konstrukstif. Bukan saja saran tapi anjuran membangun RS. Jantung. Kalau Yayasan tidak terlalu mampu memikul beban pembiayaannya, seyogyanya pemerintah ikut membantu. Itu nasihat dr. De Bekey. Dan pandangannya itu disampaikan juga kepada Presiden Soeharto pada kesempatan ia diterima oleh Kepala Negara.
Agar lebih matang perencanaannya, Ibu Tien Soeharto mengutus satu tim ahli, diketuai oleh dr. Soekaman berangkat ke Houston. Di sana tim mengunjungi rumah sakit tempat dr. De Bekey bekerja, dan bertemu lagi dengan ahli bedah jantung itu, untuk memperoleh masukan yang berharga. Kembali ke Tanah Air, dr. Soekaman melaporkan hasil penelitiannya kepada Ibu Tien. Dari laporan tim dan kemudian berlanjut dengan penyiapan rencana dan studi kelayakannya, RS Jantung Harapan Kita pun akhirnya dibangun di atas tanah seluas 2 ha berdampingan dengan RSAB.
Peresmiannya juga dijatuhkan pada hari bersejarah yakni pada Hari Pahlawan, 9 November 1985. Sebelum diresmikan sudah diuji coba menerima pasien. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun menderita penyakit jantung bawaan. Pada tanggal 25 September, dua bulan sebelum resmi berfungsi, pasien ini menjalani operasi pembedahan yang pertama dan berhasil.
RS Jantung ini memiliki unit-unit yang mutakhir untuk memberikan serba aneka pelayanan antara lain pelayanan diagnostik kardiologi nuklir, diagnostik non invasif, ICU dan lain-lain.
Yang mengesankan adalah RS Jantung sebagai Pusat Kesehatan Jantung Nasional (National Cardiac Center) merupakan pusat pendidikan, latihan dan rujukan bagi kasus-kasus penyakit jantung di Indonesia. Ahli-ahli jantung dan bedah jantung dari berbagai negara pernah berkunjung dan melakukan tindakan pengobatan di rumah sakit ini.
 

SMC, dari Pahlawan Nasional, Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto

 

Artikel Lainnya:

= Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita

 
     
     
Copyright © 2003 SoehartoCenter-YCPPI. Design and maintainance by Esero.