Soeharto Media Center

Pusat Kajian dan Informasi

 


 

  Beranda
  Berita
  Biografi
  Pidato
  Opini
  Surat
  Museum
  Buku
  Album
  Yayasan
  Ibu Tien
  Kabinet
  Search
  English
  Link

 

 

SURAT 002

Surat-surat dari Masyarakat
  Surat
 
   
     
     
Ujung Pandang, 23 Mei 1998

Kami Masih Punya Hati


Assalamu'alaikum wr. wb.
Dengan memberanikan diri saya mengirim surat ini, dalam rangka menyatakan turut prihatin atas keadaan yang Bapak dan Keluarga akhir- akhir ini, semoga kejadian itu tidak menimbulkan kesan buruk yang selalu mendalam di hati Bapak. Semua itu mungkin punya hikmah tersendiri. dari Yang Maha Kuasa yang oleh kita hambaNya ini tidak ". mengetahuinya, semoga Bapak sekeluarga tetap sehat wal afiat., tetap
tegar dalam meniti kehidupan ini.

Seandainya bapak masih menjabat sebagai Presiden, mungkin saya tidak menulis surat, karena disaat seperti itu Bapak terlalu syarat dongan perhatian orang. Menurut hemat saya apalah artinya perhatian seorang rakyat kecil di mata Presidennya dibanding dengan perhatian para pejabat, para konglomerat., polisi dan lain-lain walaupun ternyata kemudian bahwa sebenarnya banyak di antara mereka yang hanya mengharapkan pamrih, dan setelah di saat mereka banyak berpaling diberanikan diri walaupun dengan surat yang tidak berarti, karena isinya hanyalah penyampaian tent.ang turut prihatin atas kejadian yang Bapak alami.

Disampaikan pula rasa hormat dan kagum at.as sikap yang diambil dalam memelihara keutuhan bangsa ini dengan ikhlas melepaskan jabatan, padahal di saat itu posisi Bapak masih sangat memungkinkan untuk mempertahankannya. sikap ini menunjukkan bahwa Bapak adalah seorang yang sangat bijak.

Saya mengerti bahwa menyurat kepada Bapak di saat ini merupakan sesuatu yang sangat riskan, namun tetap juga saya lakukan karena dengan melakukannya bukan berarti bahwa saya adalah seorang yang anti reformasi sebagaimana yang diperjuangkan dan dipelopori oleh para mahasiswa, saya mendukung itu, namun perlu dimengerti bahwa saya juga punya hati, punya perasaan dan berhak mengakspresikan/ menyampaikannya kepada siapa saja termasuk bapak.

Demikian disampaikan disertai harapan dan do'a kiranya Bapak sekeluarga tetap dalam keadaan sehat wal afiat.

Wassalam,
Anwar Makka
Ujung Pandang
   
     
     
Padang, 22 Mei 1998

AIR MATA KAMI TELAH KERING

Dengan hormat,
Bapak Soeharto, sembah sungkem kami haturkan dengan segenap jiwa kami kepada Bapak Soeharto. Kami adalah ibu rumah tangga biasa yang tidak mengerti soal politik. Tetapi kami mengerti dan mengenal Bapak adalah sebagai "Bapak kami".

Satu saja yang ingin kami sampaikan, bahwa kami merasa kehilangan nyawa, kami tidak kuat rasanya melihat Bapak turun dari kursi kepresidenan dengan suasana seperti itu.
Air mata kami sudah kering Bapak, betapa teganya mereka berbuat begitu. Bapakku Soeharto, apakah kami harus berakhiri bunuh diri, untuk menyatakan suara hati kami ? Kami juga takut menghadapi masa depan kami, tanpa Bapak di tengah-tengah kami.
Bagaimanapun juga, terimalah doa tulus dari kami, rasa cinta dan hormat kami kepada Bapak.

Kami tidak bisa membuat ka1imat, tetapi Bapak adalah "Kebanggaan kami" .,,'
Demikian mohon. doa dari Bapak dan begitu pula doa kami yang tulus semoga Bapak selalu dalam lindungan-Nya. Amiin.

Sembah sungkem kami,
Ny. Agnes Listyawarno

NB.
1. Surat ini saya tulis secara spontan
2. Banyak hal yang ingin saya sampaikan tapi hati sudah tidak kuat lagi.
3. Airmata kami telah menjadi air mata darah kami sembahkan kepada Bapak.
4. Ny. Agnes Listyawarno Air Tawar Padang.

   
     
     
Makkah, 22 Mei 1999

Keputusan Bersejarah


Assalamu'alaikum wr. wb.
Dengan senang hati, saya pribadi dan atas nama bangsa-bangsa minoritas dan organisasi-organisasi Islam cq Rabitah Alam Islami (Liga Muslim Sedunia) menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Yang Mulia atas sikap mulia dan keputusan bersejarah untuk memberi kesempatan kepada Yang Mulia Presiden B.J. Habibie. Yang Mulia limpahkan kepercayaan kepada beliau sebagai orang terbaik untuk meneruskan program yang telah Yang Mulia letakkan dasar-dasarnya dan laksanakan bagian besar dari pembangunan derni kemakmuran bangsa Indonesia.


Keputusan Yang Mulia, menegaskan keinginan tulus demi mencegah terjadinya pertumpahan darah dan mendukung stabilitas keamanan merupakan mahkota bagi upaya-upaya besar Yang Mulia dalam pembangunan di Indonesia dengan harapan kiranya Allah swt berkenan memberikan pahala besar atas segala yang Yang Mulia berikan se1ama 32 tahun. Semoga Allah memberikan inayah-Nya kepada Presiden RI yang baru. Prof. Dr. B.J. Habibie dalam meneruskan program-program pembangunan agar Indonesia dapat terus meningkatkan ke arah kemajuan dan kejayaan. Saya berdoa mudah-mudahan Allah swt memberi balasan yang sebaik-baiknya kepa.da Yang Mulia, dan keamanan serta kesejahteraan kepada bangsa Indonesia.


Wassalam,
Dr. Abdullah bin Saleh AI-Obeid

Kodya Sukabumi -Jawa Barat

   

 

   
<= 003 001 =>
   
     
Copyright © 2003 SoehartoCenter-YCPPI. Design and maintainance by Esero.