|
|
| |
 |
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
Ujung Pandang, 23 Mei 1998
Kami Masih Punya Hati
Assalamu'alaikum wr. wb.
Dengan memberanikan diri saya mengirim surat ini, dalam rangka
menyatakan turut prihatin atas keadaan yang Bapak dan Keluarga akhir-
akhir ini, semoga kejadian itu tidak menimbulkan kesan buruk yang selalu
mendalam di hati Bapak. Semua itu mungkin punya hikmah tersendiri. dari
Yang Maha Kuasa yang oleh kita hambaNya ini tidak ". mengetahuinya,
semoga Bapak sekeluarga tetap sehat wal afiat., tetap
tegar dalam meniti kehidupan ini.
Seandainya bapak masih menjabat sebagai Presiden, mungkin saya tidak
menulis surat, karena disaat seperti itu Bapak terlalu syarat dongan
perhatian orang. Menurut hemat saya apalah artinya perhatian seorang
rakyat kecil di mata Presidennya dibanding dengan perhatian para pejabat,
para konglomerat., polisi dan lain-lain walaupun ternyata kemudian bahwa
sebenarnya banyak di antara mereka yang hanya mengharapkan pamrih, dan
setelah di saat mereka banyak berpaling diberanikan diri walaupun dengan
surat yang tidak berarti, karena isinya hanyalah penyampaian tent.ang
turut prihatin atas kejadian yang Bapak alami.
Disampaikan pula rasa hormat dan kagum at.as sikap yang diambil dalam
memelihara keutuhan bangsa ini dengan ikhlas melepaskan jabatan, padahal
di saat itu posisi Bapak masih sangat memungkinkan untuk
mempertahankannya. sikap ini menunjukkan bahwa Bapak adalah seorang yang
sangat bijak.
Saya mengerti bahwa menyurat kepada Bapak di saat ini merupakan sesuatu
yang sangat riskan, namun tetap juga saya lakukan karena dengan
melakukannya bukan berarti bahwa saya adalah seorang yang anti reformasi
sebagaimana yang diperjuangkan dan dipelopori oleh para mahasiswa, saya
mendukung itu, namun perlu dimengerti bahwa saya juga punya hati, punya
perasaan dan berhak mengakspresikan/ menyampaikannya kepada siapa saja
termasuk bapak.
Demikian disampaikan disertai harapan dan do'a kiranya Bapak sekeluarga
tetap dalam keadaan sehat wal afiat.
Wassalam,
Anwar Makka
Ujung Pandang |
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
Padang, 22 Mei 1998
AIR MATA KAMI TELAH KERING
Dengan hormat,
Bapak Soeharto, sembah sungkem kami haturkan dengan segenap jiwa kami
kepada Bapak Soeharto. Kami adalah ibu rumah tangga biasa yang tidak
mengerti soal politik. Tetapi kami mengerti dan mengenal Bapak adalah
sebagai "Bapak kami".
Satu saja yang ingin kami sampaikan, bahwa kami merasa kehilangan nyawa,
kami tidak kuat rasanya melihat Bapak turun dari kursi kepresidenan
dengan suasana seperti itu.
Air mata kami sudah kering Bapak, betapa teganya mereka berbuat begitu.
Bapakku Soeharto, apakah kami harus berakhiri bunuh diri, untuk
menyatakan suara hati kami ? Kami juga takut menghadapi masa depan kami,
tanpa Bapak di tengah-tengah kami.
Bagaimanapun juga, terimalah doa tulus dari kami, rasa cinta dan hormat
kami kepada Bapak.
Kami tidak bisa membuat ka1imat, tetapi Bapak adalah "Kebanggaan kami"
.,,'
Demikian mohon. doa dari Bapak dan begitu pula doa kami yang tulus
semoga Bapak selalu dalam lindungan-Nya. Amiin.
Sembah sungkem kami,
Ny. Agnes Listyawarno
NB.
1. Surat ini saya tulis secara spontan
2. Banyak hal yang ingin saya sampaikan tapi hati sudah tidak kuat lagi.
3. Airmata kami telah menjadi air mata darah kami sembahkan kepada Bapak.
4. Ny. Agnes Listyawarno Air Tawar Padang. |
|
|
| |
|
|
|
|
|
| |
|
|
Makkah, 22 Mei 1999
Keputusan Bersejarah
Assalamu'alaikum wr. wb.
Dengan senang hati, saya pribadi dan atas nama bangsa-bangsa minoritas
dan organisasi-organisasi Islam cq Rabitah Alam Islami (Liga Muslim
Sedunia) menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Yang Mulia
atas sikap mulia dan keputusan bersejarah untuk memberi kesempatan
kepada Yang Mulia Presiden B.J. Habibie. Yang Mulia limpahkan
kepercayaan kepada beliau sebagai orang terbaik untuk meneruskan program
yang telah Yang Mulia letakkan dasar-dasarnya dan laksanakan bagian
besar dari pembangunan derni kemakmuran bangsa Indonesia.
Keputusan Yang Mulia, menegaskan keinginan tulus demi mencegah terjadinya
pertumpahan darah dan mendukung stabilitas keamanan merupakan mahkota
bagi upaya-upaya besar Yang Mulia dalam pembangunan di Indonesia dengan
harapan kiranya Allah swt berkenan memberikan pahala besar atas segala
yang Yang Mulia berikan se1ama 32 tahun. Semoga Allah memberikan
inayah-Nya kepada Presiden RI yang baru. Prof. Dr. B.J. Habibie dalam
meneruskan program-program pembangunan agar Indonesia dapat terus
meningkatkan ke arah kemajuan dan kejayaan. Saya berdoa mudah-mudahan
Allah swt memberi balasan yang sebaik-baiknya kepa.da Yang Mulia, dan
keamanan serta kesejahteraan kepada bangsa Indonesia.
Wassalam,
Dr. Abdullah bin Saleh AI-Obeid
Kodya Sukabumi -Jawa Barat |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|