Soeharto Media Center

Pusat Kajian dan Informasi

 


 

  Beranda
  Berita
  Biografi
  Pidato
  Opini
  Surat
  Museum
  Buku
  Album
  Yayasan
  Ibu Tien
  Kabinet
  Search
  English
  Link

 

 

SURAT 001:

Surat-surat dari Masyarakat
  Surat
 
   
     
     

Drs. Achmad Mubarok, M.A.

Jadilah Warga Pesantren


Assalamu'alaikum wr. wb.
Salam sejahtera kami sampaikan, semoga kiranya Allah Subhanahu wa ta'a1a senantiasa memberikan taufiq dan hidayahnya kepada Bapak dan keluarga.

Sehubungan dengan perkembangan bangsa akhir-akhir ini, perkenankan kami bersilatuhrrahmi kepada Bapak melalui selembar surat ini. Kami merasa salut atas kebesaran jiwa Bapak yang secara arif dan bijaksana tepat memberikan keputusan yang sangat penting bagi perjalanan bangsa ini. Pada akhirnya segala hal yang dilakukan oleh manusia terpulang kepada penilaian Allah Yang Maha Mengetahui. Kami yakin seyakin-yakinnya bahwa bangsa ini masih membutuhkan pengabdian Bapak dalam kapasitas apapun yang Bapak miliki.

Kami ingin mengusulkan kepada Bapak kiranya, di antara bidang pengabdian yang akan Bapak wakafkan pada usia sepuh ini adalah dunia pesantren. Akan sangat indah jika Bapak dalam usia sepuh itu justru menjadi warga sebuah pesantren.
Demikian silaturrahmi dan do'a kami.

 

Padang, 22 Mei 1998
Wallahu al Muwaffiq ila aqwam atTriq, Wassa1amu'alaikum wr. wb.
Pimpinan Pesantren
Drs. Achmad Mubarok, M.A.

   
     
     
Adieli Halawa

Kami Langsung ke Ruang Doa


Salam damai sejahtera selalu, Bapak Soeharto yang ananda kasihi, ananda adalah salah seorang anak Indonesia yang lahir di masa Orde Pembangunan yang Bapak pimpin. Ananda bersyukur dapat mengecap pendidikan sampai pada saat ini, dan terus berdoa untuk perjalanan sejarah orde Pembangunan bangsa Indonesia yang tercinta ini.

Bapak yang ananda kasihi, ketika ananda sedang duduk di depan meja belajar dan sedang menulis (Karnis, 21-5-1998) saya kaget dengan penyiaran langsung melalui RRI (Radio Republik Indonesia) bahwa Bapak berhenti dari jabatan Presiden dan menyerahkan jabatan itu kepada wakil Bapak. Dari dalam hati yang tulus ananda mengungkapkan bahwa ananda sangat sedih. Setelah mendengar berita itu ananda langsung ke ruang do'a untuk pergi berdo'a (jam 9.35 -9.50 WIB). Ananda mendo'akan Bapak supaya diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi semua yang telah terjadi. Sekaligus ananda berdo'a untuk keselamatan bangsa ini. Ananda juga dengan ketulusan hati, berjanji di hadapan Tuhan untuk mendo'akan Bapak setiap hari di waktu-waktu do'a ananda.

Bapak yang ananda kasihi, ananda tidak dapat menghibur dan menguatkan, hanya "do'a" yang dapat ananda berikan dan Tuhanlah yang menghibur dan menguatkan, serta menopang dengan kesempurnaan.

Bapak yang ananda kasihi, ananda juga mengikutsertakan dua brosur kecil dalam surat ini. Do'a ananda semoga ini memberi manfaat rohani di dalam suasana batin dan kehidupan setiaphari.

Sekian. surat ungkapan hati ananda. terima kasih Tuhan memberkati.
 

Malang, 21 Mei 1998
Salam dan do'a ananda
Adieli Halawa
Malang -Jawa Timur

   
     
     
Aprian Susanti

Kami Bangga Pada Bapak


Assalamu'alaikum wr. wb.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih, bila surat saya dibaca oleh Bapak, nama saya Aprian Susanti. Saya hanya seorang karyawati di daerah Tangerang.
 
Pak Harto yang saya hormati saya begitu terpukul menyaksikan pengunduran diri Bapak melalui layar kaca. Saya sempat menangis, saya mengerti perasaan Bapak. Di usia Bapak yang sekarang ini mungkin merupakan pukulan berat. Tapi saya percaya Pak, rakyat Indonesia masih mencintai, menghormati dan mengenang jasa Bapak selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang kita cintai.
 
Saya sangat simpati kepada Bapak. Saya percaya Bapak mampu menghadapi segala macam cobaan yang sedang menimpa. Allah tidak akan menguji di luar batas kemampuan hambanya. Sampai kapan pun saya tetap bangga mempunyai seorang pemimpin seperti Bapak. Allah pasti akan mem.balas budi baik dan amal kebaikan Bapak selama ini.
 
Pak Harto saya hanya orang kecil, saya hanya bisa mengikuti yang duduk di atas, saya berharap semua akan dapat berakhir. Saya sangat yakin Bapak mengambil keputusan ini demi tegaknya negara dan demi seluruh rakyat Indonesia.
 
Semoga Bapak terima rasa simpati saya dan semoga Allah selalu melindungi Bapak dan keluarga Bapak.

Tangerang, 21 Mei 1998
Wassalam,
Aprian Susanti
Tangerang - Jawa Barat
   
     
<= 002  
   
     
Copyright © 2003 SoehartoCenter-YCPPI. Design and maintainance by Esero.