Soeharto Media Center

Pusat Kajian dan Informasi

 


 

  Beranda
  Berita
  Biografi
  Pidato
  Opini
  Surat
  Museum
  Buku
  Album
  Yayasan
  Ibu Tien
  Kabinet
  Search
  English
  Link
   

 

 

IBU TIEN:

  Ibu Tien
 
   
Ny. Ida Mochtar Kusumaatmadja

Ibu Tien Soeharto yang Saya Kenal


Dengan senang hati saya penuhi ajakan Pemrakarsa Panitia Penyusunan Buku Rangkaian Melati. Saya patut menyampaikan salut pada pemrakarsa yang bermaksud menerbitkan buku bacaan suri ketauladanan Ibu Tien Soeharto. Biasanya pria kurang peduli untuk mendalami . tokoh-tokoh sejarah wanita, karena biasanya sudah merasa senang "to live in a mans world". Ternyata masih ada yang mempunyai kepedulian terhadap tokoh wanita, yang mampu menyajikan suri tauladan, khususnya untuk generasi muda.

Saya pertama kali mengenal Ibu Tien Soeharto sewaktu suami saya dilantik menjadi Menteri Kehakiman RI, menggantikan Prof. Oemar Senoadji SH yang diangkat menjadi Ketua Mahkamah Agung RI pada tahun 1974. Kemudian suami saya dilantik lagi menjadi Menteri Luar Negeri RI pada tahun 1978 sampai dengan tahun 1988. Memang karena hubungan pekerjaan yang menuntut kebersamaan, dimungkinkan saya bertemu dengan Ibu Tien Soeharto.

Selama suami saya menjadi anggota kabinet, saya memperoleh kesempatan untuk berjumpa dengan beliau. Sifatnya sederhana, manusiawi dan mempunyai perhatian luas pada banyak hal. Juga rasa humornya bisa keluar sewaktu-waktu, sehingga kami tidak merasa canggung.

Dalam suatu perjalanan ke London (Inggris) tahun 1979 mengikuti rombongan Presiden, saat itu Ibu Widjojo Nitisastro dan saya ikut serta. Sebelum turun dari pesawat, Ibu Tien Soeharto menawarkan kami untuk menggunakan ruang rias beliau di pesawat. Kami berdua sangat senang ditawari fasilitas tersebut, karena sulit merias di pesawat yang ruang geraknya sempit, toilet sempit lagipula bergoyang-goyang sehingga sulit untuk memasang konde. Sayang kami urung menggunakan fasilitas ruang rias tersebut, karena tidak dapat menemukan tombol lampu listrik dan agak segan untuk bertanya pada Ibu Tien.

Sering dikatakan bahwa "behind any great man is a great women" (di belakang seorang tokoh besar ada seorang wanita yang kuat atau penuh kasih sayang) dalam arti seorang ibu atau istri yang mendukung karir suaminya. Contohnya Ibu Tien Soeharto, karena baliau pemicu semangat juang bagi suami dan putra-putrinya. Kebesaran tentu tidak berarti keberanian fisik saja tetapi seringkali harus diartikan dengan keberanian moral. Kepahlawanan Ibu Kartini dan Ibu Dewi Sartika di Indonesia tidak hanya usaha kedua beliau dalam bidang pendidikan saja tetapi juga upaya mengubah sistem yang menurut keyakinan sudah harus diubah maju. Sikap demikian merupakan keberanian moral.

Begitu pula halnya dengan Jbu Tien Soeharto, yang telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam mengembangkan diri untuk meningkatkan peranan dan tanggung jawab dalam pembangunan. Pada masa pendudukan Jepang, dalam usia belia, Ibu Tien telah aktif ke luar rumah memasuki organisasi Fujinkai (1943). Kemudian beliau bekerja sebagai pegawai di Pusat Kebudayaan di Solo.

Dalam masa awal kemerdekaan RI, beliau menjadi anggota Laskar Putri Indonesia dan Anggota Palang Merah Indonesia. Setelah menikah dengan Pak Harto pada tahun 1947, sebagai istri prajurit beliau harus tabah dan tegar karena harus berpindah dari kota yang satu ke kota yang lain. Sandang dan pangan sulit, perlengkapan kurang dan penghasilan kecil, ketika tahun-tahun awal kemerdekaan RI, menjelang clash I dan II melawan pihak Belanda.

Untunglah Ibu Tien mempunyai modal kemauan dan usaha yang keras dalam menghadapi kesulitan-kesulitan tersebut. Ini semuanya saya dengar dari orang-orang yang dekat dengan beliau.

Yang saya sendiri alami adalah bahwa kepemimpinan Ibu Tien menyenangkan, bersifat sangat keibuan, penuh kebijaksanaan dan ariŁ Seperti diketahui beliau mendirikan organisasi para isteri anggota kabinet dalam wadah yang dinamakan Rukun Isteri Ampera (RIA) Pembangunan, yang tujuannya melibatkan para isteri pejabat pemerintahan ke dalam berbagai kegiatan sosial. Beliau meyakini bahwa peranan wanita dalam pembangunan harus berkembang selaras dan serasi dengan tanggung jawabnya baik terhadap keluarga maupun masyarakat sekitarnya.

Kepribadian yang sederhana dan akrab serta tidak angkuh membuat kami para isteri pejabat tinggi anggota RIA Pembangunan merasa senang bekerja sama dengan beliau. Beliau tidak segan bertanya bila ada hal yang kurang beliau pahami atau asing. Di manapun beliau berada tidak merasa canggung. Berpenampilan serasi sebagai Ibu Negara.

Gagasan-gagasan beliau sangat bermanfaat dan berguna bagi kita semua. Ide dan gagasan yang telah menjadi kenyataan sangat bermanfaat untuk hajat orang banyak karena dapat menimbulkan apresiasi rakyat, untuk mendapat kesempatan memperoleh informasi, pendidikan dan rekreasi.

Banyak yayasan yang telah dikelola beliau membuahkan berbagai tempat yang bisa dikunjungi, yang masa lalu tidak ada. Seperti Taman Mini Indonesia Indah dengan Teater Imax Keong Emas yang terwujud berkat gagasan dan ide beliau yang jauh melihat ke depan.

Perpustakaan Nasional tidak mungkin dapat berkembang baik bila masih tetap berada di tempat yang lama, di Gedung Museum Pusat. Untunglah Ibu Tien Soeharto yang memimpin Yayasan Harapa:n Kita langsung bertindak membantu Perpustakaan Nasional mengatasi masalah yang dihadapinya dengan memilih tempat yang representatif, ialah bekas Sekolah Gymnasium Koning Willem III di Jalan Salemba Raya 28A. Gedung yang bersejarah ini diperbaiki menjadi gedung induk yang megah dan di sampingnya dibangun gedung bertingkat di mana koleksi bahan perpustakaan tersimpan dan dapat digunakan sebagai sumber informasi, ilmu dan pengetahuan.

Keberhasilan Ibu Tien Soeharto tentu saja melalui proses yang panjang yang menuntut banyak perjuangan. Mungkin beliau tidak pernah menduga akan menduduki posisi wanita paling tinggi di Indonesia sebagai isteri Presiden Republik Indonesia.

Modal keterbukaan untuk mendengarkan dan memahami orang lain dan kemampuan yang tinggi untuk menerima dan mengolahnya sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia telah membuahkan banyak gagasan yang mampu direalisasikan. Kita patut bersyukur dan bangga mempunyai Ibu Negara seperti Ibu Tien Soeharto yang sanggup berbuat banyak bagi bangsa dan negara Republik Indonesia.

Pada tanggal 28 April 1996, Ibu Tien Soeharto telah meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya. Gagasan-gagasannya yang telah dapat beliau wujudkan merupakan. karya monumental bagi Bangsa Indonesia. Semoga arwah beliau mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT. Amien!


*SMC, dari Buku Rangkaian Melati

 

*** Soeharto Media Center

 
     
     
Copyright © 2003 SoehartoCenter-YCPPI. Design and maintainance by Esero.