Soeharto Media Center      
  Bapak Pembangunan Nasional    
 
     
  :: Home :: Berita :: Opini :: Pidato :: Buku :: Biografi :: Jejak :: Album :: Penghargaan :: Yayasan :: Pidato :: Kabinet ::  
     
           
           
 
BERITA
H. M.Soeharto
 
INDEX BERITA
Aktual
Analisis
Wawancara
Editorial
Press Release
Redaksi
 
 

 
Redaksi
 
 
 
 
 
 
 

 

  Pak Harto dan Keluarga

"Nyadran" ke Makam Ibu Tien


Berita, Solo, Kompas: Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto (78) belakangan ini berangsur membaik, sejak pulang dari perawatan di RS Pertamina beberapa waktu lalu. Setiap pagi dia berjalan-jalan di sekitar halaman rumahnya di Jakarta, tetapi kemampuan berbicaranya sampai kini belum pulih.

Keterangan tersebut diperoleh dari Brigjen (Pol) dr Hari Sabardi, salah seorang anggota tim dokter Soeharto di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (27/11), menjelang kedatangan Pak Harto di Ndalem Kalitan di Solo. Pak Harto dan keluarga hari Minggu (28/11/1999) ini melakukan upacara sadranan (ziarah kubur) ke Astana Giribangun, Karanganyar (Jateng), yang juga makam istrinya, (almarhumah) Ny Tien Soeharto.

Rombongan mantan presiden yang dikabarkan akan mencarter pesawat terbang ini tiba di Bandara Adisumarmo Solo pukul 15.00. Dari bandara perjalanan dilanjutkan menuju ke Ndalem Kalitan menggunakan sejumlah kendaraan roda empat berisi anggota rombongan. Pak Harto akan didampingi putra-putrinya bersama menantu dan cucu.
Sekalipun tidak lagi dipenuhi aparat berseragam, pengamanan masih tampak ketat. Kedatangannya ke Kalitan pun masih diliputi ketertutupan, dan mencoba menghindari pers. Seluruh kendaraan rombongan tidak lewat bagian depan melainkan langsung lewat pintu samping.

"Secara umum kesehatan Pak Harto sudah baik. Keseimbangan tubuhnya pun sudah bagus. Dia hanya perlu rawat jalan saja, dan check up sebulan sekali ke RS Pertamina," kata Hari Sabardi.

Dikatakan, Pak Harto pun sudah bisa membaca koran. Kebiasaan itu dilakukan setiap pagi hari, setelah olahraga jalan kaki selama sekitar dua jam di halaman rumahnya di Jl Cendana. Olahraga itu memang dianjurkan demi kepulihan kesehatannya. Berat tubuhnya terakhir 78 kg, dikatakan ideal, setelah sebelum sakit mencapai 83 kg.

Menurut Kepala Rumah Tangga Ndalem Kalitan, Soediyatmo (80), acara nyadran akan dilakukan hari Minggu ini. Acara nyadran yang sesuai tradisi Jawa dilakukan menjelang bulan Puasa ini diperkirakan akan selesai setelah dhuhur. Astana Giribangun terletak di kaki Gunung Lawu, sekitar 37 km dari Kota Solo. Acara nyadran keluarga Soeharto ini yang kedua sejak Soeharto lengser, 20 Mei 1998.

*SMC, sumber Kompas Minggu, 28 November 1999
 

Pak Harto

Kunjungi Tommy di Nusakam-bangan

Cilacap 5 Mei 2003: Mantan Presiden Soeharto, Senin (5/5), mengunjungi anak bungsunya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Batu, Pulau Nusakambangan di Selatan Kota Cilacap, Jawa Tengah.

 

 

 
             
             
Copyright © 2003 SoehartoCenter-YCPPI. Design and maintainance by Esero.