Soeharto Media Center      
  Bapak Pembangunan Nasional    
 
     
  :: Home :: Berita :: Opini :: Pidato :: Buku :: Biografi :: Jejak :: Album :: Penghargaan :: Yayasan :: Pidato :: Kabinet ::  
     
          
           
 
BERITA
H. M.Soeharto
 
INDEX BERITA
Aktual
Analisis
Wawancara
Editorial
Press Release
Redaksi
 
Kesaksian
Pak Harto Tidak Mau Terjadi Pertumpahan Darah
 
Redaksi
Redaksi menerima tulisan, kesaksian dan komentar konstruktif mengenai Pak Harto. Kirimkan ke PO BOX 4042 JKTJ 13040.
Atau
E-mail: Redaksi
 
 
 
 
 
 

 

  Mendiknas:

Akan Kaji Ulang RUU Sisdiknas


Jakarta, Jumat 6/6/2003: Sehubungan berkembangnya kontroversial seputar Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, dimana sejumlah kalangan meminta segera disahkan dan sebagian lainnya menolak, Menteri Pendidikan Nasional Malik Fadjar mengambil jalan tengah. Pihaknya akan mengkaji dan membahas ulang RUU tersebut.

Ia berharap dengan begitu, pro-kontra akan terselesaikan dengan baik dan hasilnya tak akan merugikan semua pihak. Hal itu dikemukakan Mendiknas saat menerima Generasi Muda Buddhis Indonesia di Jakarta, Jumat (6/6).

Malik Fadjar mengatakan, pengkajian RUU Sisdiknas akan dilakukan sehari sebelum RUU tersebut disahkan, Senin 10 Juni 2003. Satu di antara yang dikaji adalah Pasal 13 yang mengatur kewajiban sekolah menyediakan tenaga pengajar agama sesuai dengan agama anak didiknya. Berkaitan dengan itu, Depdiknas dan Departemen Agama sudah menyiapkan 70 ribu orang guru yang bakal ditempatkan di seluruh Indonesia.

Sementara, untuk gajinya, menurut Malik Fadjar, akan diambil dari APBN, alokasi umum, dan khusus. Diharapkan, dengan diberlakukannya UU Sisdiknas, hak dan kewajiban umat beragama di Indonesia tak terabaikan, khususnya dalam dunia pendidikan.

Sementara itu, aksi mendukung pengesahan RUU Sisdiknas masih berlangsung di sejumlah daerah. Antara lain di Semarang, massa Koalisi Insan Peduli Pendidikan Jawa Tengah mendatangi Gedung DPRD setempat. Mereka mendesak agar RUU Sisdiknas segera disahkan. Alasannya, RUU Sisdiknas yang sekarang sudah sangat aspiratif dan demokratis.

Menurut laporan Liputan6 SCTV, aksi serupa juga terjadi di Surakarta. Sejumlah elemen masyarakat berkumpul di Stadion Sriwedari. Selanjutnya mereka berjalan kaki ke kawasan Gladak. Di saat bersamaan, puluhan kiai dan tokoh masyarakat bertemu dengan pejabat Pemerintah Kota Surakarta. Mereka menyampaikan pernyataan sikap secara tertulis yang mendukung pengesahan RUU Sisdiknas. Pernyataan sikap ini diharapkan segera disampaikan ke pemerintah pusat.

Dilaporkan, puluhan akademisi yang menyatakan mewakili 500 akademisi muslim di Yogyakarta juga mendatangi DPRD setempat. Secara tegas, mereka mendukung RUU Sisdiknas. Pasalnya, pendidikan agama dinilai sangat strategis untuk mengatasi efek pergaulan remaja yang semakin permisif. Sedangkan di Cirebon, Jawa Barat, pelajar dan mahasiswa memblokir Jalan Siliwangi di depan Gedung Dewan. Seperti halnya di sejumlah daerah lain, mereka juga mendukung pengesahan RUU Sisdiknas. Gedung DPRD Bengkulu juga didatangi ribuan pelajar, mahasiswa, dan massa ormas Islam. Mereka juga mendukung pengesahan RUU Sisdiknas. (SMC)
 

Edi Sudradjat:

Tunda Pengesahan RUU Sisdiknas

Jakarta 6/6/2003: Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Edi Sudradjat meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah untuk tidak tergesa-gesa mengesahkan dan menyetujui Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Ia meminta agar DPR dan Pemerintah dengan penuh kearifan menunda pengesahannya untuk kurun waktu yang tidak ditentukan.

 

 

 
             
             
Copyright © 2003 SoehartoCenter-YCPPI. Design and maintainance by Esero.